April 14, 2024

Nevada, Negara Bagian Pertama Amerika Serikat yang Sahkan Pernikahan Sesama Jenis

2 min read

Nevada – Nevada menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang melindungi pernikahan sesama jenis dalam konstitusinya. Pada Selasa lalu, hampir dua pertiga pemilih Nevada mengatakan konstitusi negara harus diubah untuk menghapus ketentuan tentang pernikahan hanya antara pria dan wanita.

Nevada merupakan satu dari 30 negara bagian dengan konstitusi yang mendefinisikan secara tegas pernikahan hanya antara pria dan wanita. Namun, Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 2015 lalu memutuskan larangan terhadap negara-negara bagian yang menganggap pernikahan sesama jenis tidak konstitusional.

Hukum federal telah mengalahkan hukum negara bagian. Dengan begitu, kebijakan Nevada dalam melarang pernikahan sesama jenis tidak dapat diberlakukan. Dengan adanya amandemen konstitusi, jika Mahkamah Agung pernah membalikkan keputusan tentang pernikahan sesama jenis, maka Nevada akan melindungi pernikahan di negara bagian tersebut.

“Saya sangat gembira bahwa Nevada adalah negara bagian pertama yang mengambil sikap itu. Komunitas saya juga telah mengambil sikap,” kata Lyric Burt, 35 tahun, perwakilan dari komunitas LGBTQ Nevada. “Kami sudah banyak memiliki merah dalam pemilihan presiden, sehingga negara ini mendapat reputasi sebagai negara yang sangat konservatif. Tapi ada beberapa hal yang menunjukkan dari negara ini bahwa kami progresif.”

Hak pernikahan sesama jenis memiliki sejarah yang kacau di Nevada. Pada tahun 2002 silam, sebuah pertanyaan tentang surat suara disahkan yang mendefinisikan pernikahan hanya antara pria dan wanita. Namun, komunitas LGBTQ Nevada mendorong persamaan hak pada 2014. Pengadilan Banding AS ke-9 mencabut larangan pernikahan sesama jenis di Nevada.

Akan tetapi, Mahkamah Agung berbalik dan mengeluarkan perintah agar tetap mempertahankan pendapat pengadilan di tingkat pertama dan menangguhkan pernikahan sesama jenis di Nevada. Namun, hanya dalam beberapa jam kemudian, Mahkamah Agung mencabut penangguhan tersebut.

“Sangat menyenangkan sampai bisa berlalu. Ini merupakan proses yang sangat lama,” kata YeVonee Allen, Direktur Program untuk Ekuitas, Inklusi, & Keberlanjutan di Truckee Meadows Community College. “Nevada adalah salah satu dari sedikit negara bagian pada tahun 2000 yang memilih membuat pernikahan dalam konstitusinya anta pria dan wanita. Puluhan remaja dan orang-orang menyadari betapa buruknya hal itu dalam konstitusi kami.”

Keputusan Mahkamah Agung pada 2015 lalu, Allen melanjutkan telah membuat beberapa aktivis berpuas diri. “Tetapi kami masih ingin kata-kata itu dikeluarkan dari konstitusi. Sangat penting untuk mengubah kata-kata itu untuk mengatakan kepada dua orang,” ujarnya.

USATODAY.COM