February 27, 2024

Perdana Menteri Israel Beri Ucapan Selamat Bagi Joe Biden

2 min read

Benjamin Netanyahu

Yerusalem – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan ucapan selamat kepada Joe Biden atas keberhasilannya memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat 2020. Netanyahu pun berhadap untuk segera bekerja sama Biden dan Kamala Harris sekaligus memperkuat hubungan antara kedua negara.

“Selamat @JoeBiden dan @KamalaHarris. Joe, kami memiliki hubungan yang panjang dan hangat selama hampir 40 tahun. Saya mengenal Anda sebagai teman baik Israel. Saya berharap dapat bekerja dengan Anda untuk lebih memperkuat aliansi khusus antara AS dan Israel,” kata Netanyahu di Twitter.

Joe Biden menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat setelah berhasil mengumpulkan 290 suara elektoral. Mantan wakil presiden di era pemerintahan Barack Obama itu sukses menyingkirkan Donald Trump dari tampuk singgasana. Dengan hasil ini, Biden akan menjadi presiden tertua di AS. Dia bakal berusia 78 tahun saat dilantik pada tahun depan.

“Terima kasih @realDonaldTrump atas persahabatan yang telah Anda tunjukkan kepada Israel dan saya pribadi, untuk mengakui Yerusalem serta Golan, untuk melawan Iran, untuk perjanjian perdamaian bersejarah dan membawa aliansi Amerika-Israel ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” Netanyahu melanjutkan.

Pesan dari Netanyahu tersebut datang beberapa jam setelah sejumlah pemimpin dunia dan beberapa menteri Israel lebih dulu memberikan ucapan selamat kepada Biden. Bahkan, ketika Trump menolak hasil pemilihan presiden dan mengupayakan untuk menempuh jalur hukum untuk melayangkan gugatan.

Partai Sayap kanan Netanyahu memang memiliki hubungan dekat dengan Trump dibandingkan dengan Barack Obama. Menurut beberapa kritikus, sikap politik Netanyahu yang telah mengasingkan Partai Demokrat telah membahayakan dukungan bipartisan Amerika Serikat untuk Israel.

Perselisihan antara Netanyahu dan pemerintahan baru Amerika Serikat dapat muncul mengingat janji Biden untuk memulihkan keterlibatan negaranya dalam kesepakatan nuklir dengan Iran. Selain itu adanya sikap yang berbeda dari Gedung Putih mengenai pemukiman Israel yang menduduki tanah Palestina.

METRO.US