February 27, 2024

Olimpiade 1964 Mengubah Wajah Jepang

1 min read

Jepang – Olimpiade musim panas 1964 membuat Jepang kembali ke panggung dunia setelah kehancuran negara tersebut dalam Perang Dunia II. “Pekan bersejarah dimulai bagi Jepang,” tulis AFP enam hari sebelum upacara pembukaan.

Olimpiade pertama yang dilakukan di Asia tersebut menjadi kesempatan bagi Jepang untuk mengumandangkan pembangunan kembali Tokyo pasca perang. Sekaligus, memposisikan Jepang sebagai raksasa teknologi dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Salah satu hasil dari pengembangan teknologi di Jepang adalah kehadiran kereta cepat, Shinkansen.

“Belum pernah sebelumnya Jepang ingin menyambut begitu banyak orang asing,” lanjut AFP.

Pada 1964 silam, Jepang ‘membuka tangan’ bagi 20 ribu penonton, 6.348 atlet asing, 1.500 ofisial, 2 ribu jurnalis dan sekitar 400 pencopet, menurut Interpol. Namun semangat serupa yang ingin kembali ditunjukkan pada Olimpiade 2020 dikacaukan oleh pandemi Covid-19.

Alhasil, pesta olah raga tersebut diundur menjadi tahun ini. Dengan masih berlangsungnya pandemi dan belum semua orang di Jepang divaksinasi, banyak yang khawatir bahwa olimpiade tidak cukup aman untuk diselenggarakan.

Pada Senin lalu, dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan Kyodo News menunjukkan bahwa mayoritas responden mendukung untuk menunda penyelenggaraan Olimpiade.

“Di tengah kekhawatiran yang berkepanjangan atas gelombang keempat virus corona dan lambatnya kemajuan vaksinasi, jajak pendapat menemukan 39,2% percaya Olimpiade dan Paralimpiade yang ditunda harus dibatalkan,” demikian tertulis.

Sementara 32,8% berpendapat Olimpiade harus dijadwal ulang. “Hanya 24,5% menjawab bahwa pertandingan tersebut harus diadakan sesuai jadwal,” katanya.

KOREATIMES