November 4, 2026

Menteri Transportasi Spanyol Mengundurkan Diri Pasca-Kecelakaan Maut Kereta Cepat

2 min read

Madrid — Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, mengundurkan diri setelah kecelakan fatal kereta cepat di Madrid yang menewaskan 69 orang pada 28 Oktober lalu. Pengumuman tersebut disampaikan di akhir dengar pendapat berjam-jam di hadapan para anggota parlemen terkait insiden maut tersebut. 

Insiden tersebut merupakan kecelakaan mematikan kedua dalam tahun ini yang melibatkan jaringan kereta cepat Spanyol yang terkenal luas.

“Seorang menteri transportasi di negara seperti Spanyol tidak bisa tetap menjabat setelah dua kecelakaan dengan tingkat keseriusan seperti ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun,” ujar Puente.

Kecelakaan bermula ketika sebuah kereta cepat menabrak kereta lain yang sedang berhenti di jalur yang sama. Rantai kejadian yang memicu bencana ini berawal saat sistem komunikasi yang krusial bagi berfungsinya sistem keamanan di jalur Madrid-Sevilla mengalami kegagalan fungsi. 

Petugas kontrol pusat di Madrid kemudian mengambil alih dan memberikan izin bagi kereta cepat milik BUMN Renfe untuk melintas, meskipun terdapat kereta milik perusahaan Iryo yang sedang berhenti di depan jalur tersebut.

Insiden tersebut merupakan kecelakaan besar kedua di jalur Madrid-Sevilla sepanjang tahun ini. Pada Januari lalu, berjarak lebih dari dua jam perjalanan ke arah selatan di rute yang sama, sebuah kereta anjlok dan menghantam kereta lain yang datang dari arah berlawanan, menewaskan 46 orang. Hingga saat ini,kecelakaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Puente menyatakan ia sebenarnya telah mengambil keputusan untuk mundur sesaat setelah kecelakaan maut itu terjadi, namun baru mempublikasikannya sekarang. Rangkaian insiden ini memicu kekhawatiran baru mengenai standar keselamatan jaringan kereta api Spanyol. Terlebih, kecelakaan terbaru ini terjadi hanya empat minggu sebelum pemilihan umum nasional digelar.

Jaringan kereta cepat Spanyol selama ini dianggap sebagai salah satu pencapaian paling membanggakan bagi negara tersebut. Jaringan ini merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah China. Sebelum rentetan insiden tahun ini, jalur tersebut belum pernah mencatatkan kecelakaan mematikan sejak pertama kali beroperasi lebih dari tiga dekade lalu.

Sebelumnya, pada Selasa, Puente sempat mengumumkan sejumlah langkah keselamatan yang akan diterapkan pemerintah pada jaringan kereta api, termasuk perbaikan kondisi di pusat kendali operasional serta percepatan penerapan Sistem Manajemen Lalu Lintas Kereta Api Eropa (ERTMS) yang terstandar untuk keamanan dan persinyalan.

referensi: https://abcnews.com/International/wireStory/spains-transport-minister-steps-6-days-after-fatal-137823144

Leave a Reply