CEO Nvidia Jadi Target Mata-mata Beijing
2 min read
Washington — Badan intelijen Amerika Serikat menyimpulkan seorang eksekutif asal Tiongkok yang memiliki hubungan dekat dengan CEO Nvidia Jensen Huang tengah mengumpulkan informasi untuk pemerintah Beijing. Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih untuk tidak mengambil tindakan apa pun setelah menerima pengarahan terkait hal tersebut, menurut sebuah laporan yang dirilis Kamis.
Eksekutif bernama Alice Huang, yang diketahui tidak memiliki hubungan keluarga dengan Jansen Huang, atau yang juga dikenal dengan nama Huang Le, memegang jabatan senior di Megaspeed, sebuah perusahaan pusat data (data center) yang berbasis di Singapura. Megaspeed sendiri saat ini tengah berada dalam penyelidikan atas dugaan membantu Tiongkok memotong jalur pembatasan ekspor cip kecerdasan buatan (AI) canggih yang diterapkan oleh AS.
Berdasarkan laporan The New York Times yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui temuan intelijen rahasia tersebut, hasil pengawasan elektronik mengidentifikasi Alice Huang sebagai aset intelijen Tiongkok sekaligus mengungkap hubungan dekatnya dengan pimpinan tertinggi Nvidia tersebut.
Trump dilaporkan telah menerima pengarahan (briefing) mengenai temuan ini sekitar satu tahun yang lalu, tetapi ia memilih untuk tidak mengambil tindakan.
Hingga saat ini, masih belum jelas informasi apa saja yang telah disampaikan Huang kepada Beijing atau apakah ia berhasil memperoleh data sensitif terkait Nvidia. Surat kabar tersebut juga menyatakan bahwa Jensen Huang tidak menerima defensive briefing, pengarahan keamanan resmi untuk memperingatkannya mengenai potensi ancaman intelijen tersebut.
Pihak Nvidia membantah kekhawatiran terkait hubungan tersebut dan menegaskan bahwa interaksi yang terjadi dengan Megaspeed merupakan bagian dari urusan bisnis rutin.
“Pertemuan dengan pelanggan adalah bagian dari tugas seorang CEO,” ujar juru bicara Nvidia, John Rizzo. Ia menambahkan bahwa perusahaan tidak pernah membagikan rahasia dagang sensitif maupun informasi yang berkaitan dengan keamanan nasional.
Di sisi lain, pihak Megaspeed menyatakan telah menunjuk konsul hukum independen untuk menyelidiki tuduhan tersebut serta berkomitmen untuk bekerja sama secara penuh dengan pihak berwenang AS.
Sementara itu, Kedutaan Besar Tiongkok di Washington membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai “fitnah dan pencemaran nama baik yang tidak berdasar,” tulis laporan The New York Times.
Pihak berwenang AS sendiri telah menyelidiki Megaspeed sejak akhir 2024 atas dugaan pengalihan cip ilegal,di mana kasus tersebut telah dilimpahkan ke Departemen Kehakiman AS pada awal tahun ini.
Referensi: https://www.dailysabah.com/turkiye/investigations/turkiye-carries-out-1700-operations-against-crime-groups-in-2026
