July 18, 2026

Kesadaran Kesehatan Meningkat, Perokok Dewasa Mulai Beralih ke Produk Tembakau Alternatif

2 min read

Rokok elektronik

Jakarta – Nikotin mengaktifkan otak untuk menghasilkan hormon dopamin, sehingga merokok dianggap dapat memicu fokus dan konsentrasi. Namun, aktivitas tersebut membawa masalah kesehatan karena asap dari pembakaran rokok tidak hanya mengandung nikotin, tapi juga tar yang bersifat karsinogenik atau dapat meningkatkan risiko kanker. Saat ini, perokok dewasa memiliki pilihan beralih ke produk tembakau alternatif yang tidak melalui proses pembakaran untuk mendapatkan asupan nikotin.

Ketua Aliansi Vaper Indonesia (AKVINDO) Paido Siahaan menjelaskan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan bekerja dengan cara menghasilkan uap yang mengandung nikotin. Menurutnya, melalui mekanisme tanpa pembakaran tersebut, para konsumen atau perokok dewasa mendapatkan efek kenyamanan dengan potensi risiko kesehatan yang jauh lebih rendah dibandingkan terus merokok.

Paido menegaskan sebagian besar zat berbahaya berasal dari proses pembakaran tembakau, bukan dari nikotin itu sendiri. “Nikotin merupakan zat yang menyebabkan ketergantungan, tetapi bukan penyebab utama berbagai penyakit terkait merokok. Sebagian besar bahaya rokok muncul ketika tembakau dibakar, karena proses tersebut menghasilkan asap yang mengandung tar, karbon monoksida, serta berbagai zat karsinogenik,” ujar Paido.

Paido melanjutkan, di tengah meningkatnya minat terhadap produk tembakau alternatif, edukasi publik yang berbasis fakta dan bukti ilmiah perlu terus diperkuat. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menyamakan seluruh risiko terkait nikotin dan rokok. Padahal terdapat perbedaan mendasar antara risiko paparan nikotin dan paparan zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran tembakau.

“Edukasi berbasis bukti penting agar masyarakat memahami tingkat risiko itu berbeda-beda. Konsumen perlu mengetahui bahwa menggunakan nikotin tetap ada risikonya, meskipun minim, dan yang paling berbahaya adalah munculnya zat-zat berbahaya hasil dari proses pembakaran tembakau,” kata Paido.

Edukasi Kesehatan dan Tren Pengurangan Risiko di Masyarakat

Ketua Gerakan Bebas Tar dan Asap (GEBRAK), Garindra Kartasasmita, menilai bahwa adanya produk tembakau alternatif di Tanah Air saat ini berkorelasi langsung dengan meluasnya kesadaran publik yang semakin mengutamakan aspek kesehatan serta kenyamanan sosial.

Garindra mengungkapkan popularitas pendekatan pengurangan risiko (harm reduction) menjadi pemantik utama di balik perubahan gaya hidup masyarakat. “Banyaknya masyarakat yang beralih memang karena produk harm reduction, masyarakat modern saat ini lebih memperhatikan kesehatan dirinya, keluarganya, dan lingkungannya,” kata Garindra.

Selain faktor kesehatan diri dan lingkungan, kenyamanan bagi orang-orang di sekitar non-pengguna juga memegang peranan besar mengapa produk tembakau alternatif semakin diminati. Konsumen masa kini juga cenderung lebih kritis karena selalu melakukan riset mandiri, mulai dari membaca ulasan hingga mengevaluasi tingkat risiko, sebelum memantapkan keputusan untuk membeli produk resmi.

Di samping itu, Garindra juga memberikan pesan dan peringatan tegas kepada seluruh konsumen dan perokok dewasa agar selalu bertanggung jawab, antara lain hanya menggunakan produk yang legal, menjaga batasan usia konsumsi 21+, dan menjauhi penyalahgunaan vape.

“Gunakan produk legal yang berpita cukai, dengan kemasan yang masih tersegel, lakukan pembelian hanya di toko-toko resmi. Penyalahgunaan vape memang ada oleh segelintir oknum, dan itu merupakan tugas bersama dari penegak hukum dan industri yang legal untuk bersama-sama memerangi narkoba,” pungkasnya.

Leave a Reply