Donald Trump Klaim Pulau Kharg Milik Iran Hancur Lebur
1 min read
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pusat energi Iran di Pulau Kharg sedang “hancur lebur”, bersamaan dengan unggahan video kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan ledakan.
Lokasi yang sangat strategis tersebut menangani sekitar 90 persen ekspor minyak Iran, dan menguasainya akan memberi AS kemampuan untuk memutus perdagangan energi Iran serta memberikan tekanan ekonomi yang sangat besar.
“Pulau Kharg hancur lebur!!! Presiden DJT,” tulis Trump di platform Truth Social pada Minggu malam, bersamaan dengan klip hasil AI yang memperlihatkan seorang pria di dalam pesawat sedang mengawasi ledakan berapi-api di kilang minyak dan pelabuhan.
Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS tidak segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters terkait unggahan sang presiden, dan belum jelas apakah serangan nyata benar-benar telah terjadi.
Militer AS menyerang peluncur roket Iran yang ditempatkan di Selat Hormuz pada hari Minggu, yang menandai operasi ofensif pertamanya dalam satu bulan terakhir.
Ledakan terdengar di dekat Pulau Larak, yang terletak sekitar 400 mil di sebelah timur Kharg, demikian dilaporkan oleh media Iran. Pulau Larak menghadap ke jalur pelayaran di mulut Teluk, menjadikannya memegang peran kunci dalam ketegangan atas Iran, keamanan maritim, dan pasokan energi global.
Dalam sebuah pernyataan, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah mengambil tindakan “terbatas dan presisi” terhadap pasukan pembawa ranjau dari Garda Revolusi Iran yang menimbulkan “ancaman berjarak dekat” di Selat Hormuz. Pihaknya tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Minggu lalu, Trump mengatakan semua ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah diledakkan atau disingkirkan, dan Iran telah diperingatkan bahwa kapal mana pun yang memasang ranjau baru akan dihancurkan.
