February 20, 2024

Dampak Ekonomi dari Ekpansi Sektor Perumahan

1 min read

Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu

Jakarta – Pengembangan di sektor perumahan tercatat memiliki dampak berlipat ganda bagi 174 sektor ekonomi lainnya atau setara Rp 48,8 triliun.

Wakil Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu mengatakan ekspansi di sektor perumahan memiliki dampak besar bagi perekonomian nasional. Nixon mencontohkan, perumahan merupakan sektor yang dapat meningkatkan lapangan kerja karena untuk setiap rumah yang dibangun setidaknya membutuhkan sekitar 5 pekerja.

Selain itu, produksi dan perdagangan nasional pun dapat terdongkrak karena 90% bahan bangunan untuk mendirikan rumah merupakan produk lokal. Belum lagi dari setiap unit rumah yang terjual, pemerintah mendapatkan penerimaan negara dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama (BBN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Contoh nyata saja, setiap ada perumahan baru, pasti ada aktifitas ekonomi baru seperti warung, ojek, atau rumah makan. Dari kajian internal kami, sektor perumahan ini bisa berdampak pada 174 sektor lainnya yang bernilai hingga Rp 48,8 triliun,” jelas Nixon di Jakarta.

Nixon menyebutkan ada 5 sektor yang merasakan dorongan terbesar dari ekspansi sektor perumahan. Di antaranya yakni sektor perdagangan, jasa real estate, perdagangan mobil dan motor, jasa pendidikan pemerintah, dan jasa keuangan perbankan.

“Dengan dampak berlipat ganda tersebut, peningkatan pada sektor lain juga dapat membantu mendongrak PDB [Produk Domestik Bruto] nasional.”

Adapun, hingga 31 Desember 2020, Bank BTN tercatat menyalurkan 90,26% kreditnya ke sektor perumahan atau setara Rp 234,78 triliun. Posisi tersebut naik dari porsi penyaluran kredit ke sektor perumahan per 31 Desember 2019 sebesar 89,72% atau senilai Rp 229,52 triliun.