CEO Oracle: Kami Membebaskan Orang dari Beban Sistem
2 min read
Las Vegas – Ketika perhatian banyak tertuju terhadap peningkatan kecerdasan mesin, seharusnya fokus utama adalah bagaimana teknologi dapat mendukung manusia untuk menjadi versi terbaik dari dirinya. Menjadi manusia yang lebih mumpuni.
Hal tersebut disampaikan oleh CEO Oracle, Mike Sicilia, dalam keynote pembukaan bertajuk “Where AI Means Business” pada acara Oracle AI World di Las Vegas kemarin.
Menurutnya, terdapat empat elemen utama agar AI dapat berhasil diterapkan. Akses terhadap data, dengan tetap memastikan keamanan dan pemberian izin akses yang tepat. Kemampuan memahami data dalam konteks bisnis, termasuk sistem yang digunakan di dalamnya.
Infrastruktur berkinerja tinggi yang memungkinkan AI beroperasi secara efisien, dalam skala besar, dan dengan biaya yang efektif. Integrasi AI ke dalam aplikasi dan proses kerja, yaitu tempat keputusan dibuat dan informasi yang dapat ditindaklanjuti dihasilkan.
“Inilah yang menurut saya memberikan Oracle keunggulan tersendiri, sebuah keunggulan yang telah dibangun selama puluhan tahun. Kami telah mengembangkan teknologi yang mengelola data Anda, menjalankan bisnis Anda, dan mendukung beban kerja Anda yang paling penting,” tambah Sicilia.
Teknologi tersebut meliputi: AI Database menghadirkan AI secara langsung ke dalam data perusahaan yang tepercaya. Aplikasi cloud mengubah kecerdasan bisnis menjadi tindakan secara efisien dan aman. Platform data menyediakan konteks dan keamanan yang dibutuhkan AI. OCI (Oracle Cloud Infrastructure) menyediakan efisiensi dan kinerja yang diperlukan untuk menjalankan AI dalam skala besar.
Sicilia mengatakan perusahaan kini telah menyediakan lebih banyak informasi bagi masyarakat untuk diakses dibandingkan sebelumnya. Namun, ia menambahkan bahwa selama ini pekerjaan cenderung diorganisasikan berdasarkan perangkat lunak, bukan berdasarkan manusia dan kebutuhan mereka.
“AI memungkinkan perangkat lunak menjadi jauh lebih intuitif. Bahkan, AI seharusnya membuat kita hampir tidak perlu memikirkan perangkat lunak itu sendiri. Jadi, alih-alih harus menavigasi berbagai aplikasi dan mengelola proses, Anda cukup memberi tahu sistem apa yang ingin Anda capai,” ujarnya.
“Karena sistem tersebut memahami bisnis Anda, sistem dapat menentukan bagaimana pekerjaan itu harus diselesaikan. Jadi, alih-alih menghabiskan hari Anda untuk mengoperasikan perangkat lunak, perangkat lunaklah yang bekerja dan menjalankan tugas untuk Anda.”
Menerapkan AI untuk membangun jembatan antara manusia dan mesin
Kemampuan AI untuk mengenali, mengantisipasi, dan kemudian membantu merupakan pendekatan yang ingin diwujudkan Oracle dalam pengembangan AI untuk menciptakan hubungan yang bermakna antara manusia dan teknologi. “Kami membebaskan orang dari beban sistem. Kami memberi mereka lebih banyak waktu untuk menjadi manusia. Itulah ambisi kami dalam mengembangkan AI. Bukan sekadar menciptakan mesin yang lebih cakap, melainkan manusia yang lebih mampu.
Manusia yang memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir, berkreasi, memecahkan masalah, dan saling peduli,” tambah Sicilia. “Tentu saja, seiring dengan semakin besarnya tanggung jawab yang diberikan kepada sistem ini, sistem tersebut juga harus semakin layak dipercaya. Kecerdasan AI yang lebih tinggi bukan berarti kontrol yang lebih sedikit. Kepercayaanlah yang memungkinkan kita menerapkan AI pada bidang-bidang dengan risiko dan konsekuensi paling besar, sehingga manfaat yang dihasilkan pun dapat menjadi yang terbesar,” ujarnya.
Referensi:
