November 2, 2026

CEO DHL: Korea Selatan Jadi Pemenang di Tengah Rombakan Rantai Pasok Global

4 min read

Seoul — Korea Selatan muncul sebagai calon pemenang potensial dalam perombakan rantai pasok global. Menurut Chief Executive Officer DHL Group Tobias Meyer lonjakan permintaan cip kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta upaya dunia mengurangi ketergantungan pada China menjadi pendorong utama yang merombak peta perdagangan internasional.

Meskipun diwarnai eskalasi tarif dan ketegangan geopolitik, Meyer menegaskan bahwa perdagangan global terus berkembang. Keunggulan Korea Selatan di sektor semikonduktor menempatkan negara tersebut pada posisi yang sangat menguntungkan.

“Korea adalah salah satu negara Geographic Tailwind kami,” ujar Meyer dalam sebuah wawancara di sela-sela Konferensi Bisnis Jerman Asia-Pasifik 2026 di Seoul belum lama ini. Istilah tersebut merujuk pada pasar yang diperkirakan DHL akan mendapat keuntungan struktural seiring langkah para produsen global mendiversifikasi rantai pasok mereka.

Peluang emas Korea Selatan ini berpusat pada industri semikonduktor domestiknya yang dipimpin oleh raksasa teknologi seperti Samsung Electronics dan SK hynix. Seiring investasi AI yang mendongkrak permintaan atas cip canggih dan pusat data (data center), Meyer melihat peluang besar bagi DHL untuk berekspansi melampaui layanan pengiriman ekspres menuju logistik industrial yang lebih kompleks.

Saat ini, DHL telah menangani pengiriman sampel wafer yang sensitif terhadap waktu serta suku cadang darurat di Korea. Namun, kapabilitas perusahaan meluas ke manajemen inventaris, kargo udara bervolume besar (bulk air freight), transportasi kemasan canggih, hingga logistik infrastruktur pusat data, area-area di mana produsen semikonduktor menuntut kecepatan, keamanan, dan presisi tinggi.

Selain semikonduktor, DHL juga mengincar peluang di sektor baterai, kendaraan listrik (electric vehicle/EV),dan energi terbarukan.

Meyer menyampaikan keinginan DHL untuk memperdalam hubungan bisnis dengan konglomerasi industri Korea, yang selama ini cenderung mengelola sebagian besar operasional logistik mereka secara internal (in-house).

“Perusahaan industri Korea sejauh ini mengelola banyak urusan logistik secara mandiri,” ungkapnya. “Namun seiring mematangnya perekonomian dan fokus perusahaan pada kompetensi inti serta efisiensi modal, mereka mulai memutuskan untuk melakukan alih daya (outsourcing) logistik.”

“Itulah yang kami harapkan makin banyak terjadi di Korea, agar kami dapat menjadi mitra tepercaya bagi perusahaan-perusahaan industri besar yang menjadi pilar perekonomian Korea.”

Kemitraan Strategis dengan Hyundai Motor Group

Meningkatnya hubungan DHL dengan Hyundai Motor Group menjadi contoh nyata bagaimana dunia logistik terus berevolusi.

Dalam kunjungannya ke Seoul, Meyer bertemu dengan Ketua Eksekutif Hyundai Motor Group, Chung Euisun, dalam acara jamuan makan malam kenegaraan Korea-Jerman pada hari Kamis, di mana teknologi robotika menjadi salah satu topik diskusi utama.

DHL sendiri telah mengoperasikan Stretch, sebuah robot gudang otonom yang dikembangkan oleh Boston Dynamics (anak perusahaan Hyundai), untuk mengotomatisasi pekerjaan fisik berat seperti membongkar muatan karton dari kontainer pengiriman.

“Kerja sama kami dengan Boston Dynamics membuktikan bahwa robot Stretch mampu menangani karton berukuran standar secara efisien. Ini adalah langkah maju yang sangat signifikan,” jelas Meyer.

Tantangan berikutnya adalah menangani kargo yang lebih kompleks. “Saat ini kami bekerja sama untuk mengembangkan kemampuan menangani arus paket campuran seperti kantong polimer (polybags), barang berbentuk tidak beraturan, dan objek yang lebih sulit dikenali serta ditangkap oleh sistem visual komputer.”

Kemitraan kedua pihak juga merambah ke sektor kendaraan listrik. DHL, yang mengoperasikan sekitar 60.000 armada pengiriman listrik di seluruh dunia, saat ini mulai menerapkan penggunaan kendaraan khusus (purpose-built vehicles) dari Kia, termasuk van listrik PV5 di Korea. Langkah ini dilakukan guna mencapai target armada pengiriman lokal yang sepenuhnya berbasis listrik pada tahun 2030.

Ketika ditanya mengenai potensi perluasan kemitraan dengan Hyundai di India, Meyer tidak membeberkan rencana spesifik. Namun ia menekankan pentingnya peran negara tersebut sebagai pusat manufaktur dan logistik yang sedang berkembang pesat.

India, menurutnya, telah menjadi pasar terbesar DHL di kawasan Asia-Pasifik berdasarkan luas area pergudangan.

Kunci Menghadapi Tarif dan Proteksionisme: Fleksibilitas

Bagi para eksportir Korea yang harus menavigasi tarif impor AS, regulasi ketat Eropa, serta ketegangan geopolitik dengan China, Meyer memberikan saran yang lugas, yakni membangun fleksibilitas dalam rantai pasok ketimbang mempertaruhkan segalanya pada satu lokasi semata.

“Saran saya adalah ciptakan opsi-opsi alternatif. Jangan bergantung pada satu pemasok tunggal atau satu pabrik raksasa saja. Diversifikasikan rantai pasok Anda ke berbagai wilayah geografis,” imbaunya.

Mengoperasikan pabrik di beberapa negara memang bisa memakan biaya lebih tinggi. Namun, Meyer berargumen bahwa ketahanan ekstra yang diperoleh sangat sepadan dengan biayanya, mengingat ketidakpastian regulasi kini telah menjadi fitur permanen dalam dunia bisnis global.

Ia juga menolak anggapan bahwa gelombang proteksionisme sedang mengakhiri era globalisasi. “Untungnya, dunia tidak berhenti berdagang. Perdagangan terus mengalami ekspansi sepanjang tahun 2025 dan 2026,” tegasnya.

Industri berteknologi tinggi (high-tech), secara khusus, masih sangat bergantung pada rantai pasok internasional karena skala dan spesialisasi yang dibutuhkan tidak dapat dengan mudah direplikasi di dalam batas-batas satu negara saja.

“Produk teknologi tinggi memerlukan skala ekonomi luar biasa besar yang tidak bisa ditiru oleh negara mana pun secara domestik,” ujar Meyer. “Selama perusahaan-perusahaan Korea terus menciptakan produk-produk esensial dengan kualitas yang konsisten, arus perdagangan global akan selalu menemukan jalan menuju mereka.”

Referensi: https://www.koreaherald.com/article/10922522

Leave a Reply