July 31, 2026

Starbucks Uji Minuman Bersoda, Hadirkan Lini Baru “Spritz” di Menu Refreshers

2 min read

Amerika Serikat – Starbucks mulai menghadirkan inovasi baru pada jajaran minumannya dengan menguji coba versi bersoda dari lini Refreshers, minuman dingin berbahan dasar jus buah dan teh yang telah dipasarkan sejak 2012. CEO Starbucks Brian Niccol mengungkapkan perusahaan tengah mempersiapkan peluncuran lini baru bernama Spritzers, yang menggabungkan cita rasa khas Refreshers dengan sensasi air berkarbonasi.

“Saya sangat antusias karena kami akan mulai menguji minuman bersoda. Kami menyebutnya Spritzers,” ujar Niccol dalam paparan kinerja kuartal ketiga perusahaan kepada para investor, sebagaimana pertama kali dilaporkan oleh Business Insider.

Menurut Niccol, tim Starbucks berhasil mengembangkan kombinasi rasa yang sesuai dengan selera pelanggan. Ia menilai lini Refreshers selama ini menjadi salah satu platform produk yang kuat dan terus menunjukkan performa positif sepanjang kuartal terakhir.

Uji coba di 100 gerai

Mulai 28 Juli, Starbucks menguji coba koleksi Spritz di sekitar 100 gerai yang berlokasi di Austin, San Antonio, dan St. Louis, Amerika Serikat. Selain tetap menjual Refreshers versi original, Starbucks juga menawarkan sejumlah varian baru yang menggunakan air soda, di antaranya: Super Mango Energy Refresher, Sparkling Mango Dragonfruit Lemonade Energy Refresher, Sparkling Mango Strawberry Lemonade Energy Refresher, dan Sparkling Strawberry Açaí Lemonade Energy Refresher

Perusahaan juga memperkenalkan koleksi Spritz yang hanya tersedia di gerai tertentu, terdiri atas: Sparkling Cold Brew Sour Spritz, perpaduan cold brew, lemonade, sirup klasik, dan gelembung soda ringan. Strawberry Sunset Spritz, kombinasi puree stroberi asli, lemonade, teh hijau, dan soda ringan. Golden Peach Spritz, perpaduan puree buah persik, lemonade, teh Passion Tango, dan soda ringan. Strawberry Matcha Spritz, campuran puree stroberi asli, matcha manis, dan air berkarbonasi.

Strategi menyegarkan kembali lini Refreshers

Niccol mengakui Starbucks sempat kurang memberikan perhatian pada kategori Refreshers. Namun kini perusahaan berupaya menghidupkan kembali lini tersebut dengan menghadirkan lebih banyak pilihan yang sesuai untuk berbagai kebutuhan konsumen.

“Kami sempat merasa terlalu nyaman dengan platform ini. Sekarang kami menghidupkannya kembali. Baik pelanggan menginginkan minuman tanpa kafein maupun minuman berenergi, Refreshers dapat dinikmati pada berbagai kesempatan, baik pagi maupun sore hari, dan diminati oleh konsumen dari berbagai kelompok usia,” kata Niccol.

Langkah tersebut melanjutkan strategi Starbucks yang sebelumnya telah meluncurkan menu musim panas terbaru, termasuk Tropical Butterfly, minuman dengan perpaduan rasa markisa dan jambu biji, dilengkapi mutiara rasa mangga-nanas serta infusi bunga butterfly pea yang memberikan tampilan berwarna mencolok.

Penjualan tumbuh di atas ekspektasi

Di tengah inovasi produk tersebut, Starbucks melaporkan penjualan gerai yang sebanding (global same-store sales)meningkat 7,9 persen pada kuartal fiskal ketiga. Angka tersebut melampaui proyeksi analis yang memperkirakan kenaikan sebesar 5,7 persen. Namun, di sisi lain, perusahaan juga menjadi sorotan terkait kesenjangan pendapatan.

Berdasarkan analisis terbaru Restaurant Dive, Brian Niccol menerima kompensasi hampir US$31 juta sepanjang tahun lalu. Sementara itu, rata-rata karyawan Starbucks memperoleh pendapatan sekitar US$17.279 per tahun. Dengan demikian, pendapatan CEO Starbucks tercatat sekitar 1.794 kali lebih besar dibandingkan rata-rata barista perusahaan.

Referensi: https://www.independent.co.uk/life-style/starbucks-spritzers-refreshers-b3024965.html

Leave a Reply