April 11, 2024

Rembuk Komunitas Memperkuat Merdeka Belajar

3 min read

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menerima butir-butir rekomendasi yang diserahkan oleh Koordinator Regional Bali Nusa Tenggara Komunitas Kami Pengajar, Luh Eka Yanthi (kanan), Koordinator Nasional Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka Rizal Maula (kedua kiri), dan Founder Komunitas Sidina Susi Sukaesih (kiri), dalam Rembuk Komunitas bertemakan “Bergerak Bersama Berdaya Bersama” yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Selasa (24/5).

Jakarta – Demi memperkuat dan mendukung implementasi Merdeka Belajar dalam terwujudnya sumber daya manusia Indonesia unggul, Komunitas Kami Pengajar, Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka, bersama Komunitas Sidina, menggelar Rembuk Komunitas bertemakan “Bergerak Bersama Berdaya Bersama” yang diselenggarakan pada Selasa, 24 Mei 2022. Forum diskusi ini menjadi salah satu rangkaian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional 2022.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan Merdeka Belajar merupakan landasan demi terciptanya transformasi pendidikan Indonesia guna menghasilkan generasi Indonesia yang unggul. Dukungan yang diberikan oleh perwakilan forum guru, mahasiswa, dan orang tua terhadap Merdeka Belajar melalui Rembuk Komunitas ini akan semakin mempercepat transformasi kualitas pendidikan nasional menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Rembuk Komunitas menunjukkan semangat gotong-royong dari para pemangku kepentingan dalam mendukung dan memastikan kelancaran penerapan Merdeka Belajar di seluruh lingkungan pendidikan nasional. Semangat gotong-royong ini harus terus dijaga dan semakin diperluas dengan melibatkan semua kalangan agar upaya dalam peningkatan mutu pendidikan akan terwujud di masa depan,” kata Menteri Nadiem dalam keterangan resminya.

Menteri Nadiem mengatakan Merdeka Belajar dihadirkan pemerintah agar seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan hak akan pendidikan berkualitas. Program ini bersumber dari pemikiran Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, yang fokus pada asas kemerdekaan dalam menerapkan materi esensial dan fleksibel sesuai dengan minat, kebutuhan, serta karakteristik dari peserta didik. Melalui Merdeka Belajar, peran pendidik juga diperkuat untuk merancang metode pembelajaran berbasis proyek untuk memacu kreativitas peserta didik.

“Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia harus dilakukan secara komprehensif, berkelanjutan, dan menyeluruh, serta tidak hanya fokus pada satu jenjang saja tetapi menyentuh semua peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, maupun orang tua. Kami percaya terobosan ini akan menciptakan lompatan perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan nasional,” ujar Menteri Nadiem.

Bergerak Bersama Berdaya Bersama

Koordinator Regional Bali Nusa Tenggara Komunitas Kami Pengajar, Luh Eka Yanthi menjelaskan penyelenggaraan Rembuk Komunitas, yang diikuti sebanyak 1000 orang dari perwakilan komunitas guru, mahasiswa, dan orang tua ini, untuk mengajak seluruh anggota komunitas lebih aktif dalam memberikan rekomendasi bagi Kemendikbudristek. Tujuannya agar Merdeka Belajar dapat menjadi gerakan bersama yang diaplikasikan di seluruh lingkungan pendidikan.

Menurut Eka, Merdeka Belajar merupakan terobosan inovatif sehingga perlu didukung semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan. “Merdeka Belajar merupakan pemikiran hebat dari Kemendikbudristek yang menawarkan hasil jelas demi kebaikan kualitas pendidikan nasional untuk masa depan lebih cerah. Namun, tanpa adanya semangat dan dukungan dari seluruh pihak terkait, program Merdeka Belajar akan menjadi hambar. Melalui Rembuk Komunitas, kami ingin memperkuat kolaborasi di antar komunitas agar penerapan program ini bisa diimplemetasikan secara berkelanjutan,” kata Eka.

Koordinator Nasional Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka Rizal Maula menilai penerapan Merdeka Belajar, melalui Kampus Merdeka, telah memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan. Progam ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, yang merupakan agen perubahan sekaligus garda terdepan, dalam menghadapi perkembangan zaman, dalam aspek pengetahuan dan teknologi.

“Menteri Nadiem dan Kemendikbudristek berupaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 dalam bidang pendidikan dengan melahirkan terobosan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Kami mendukung misi besar tersebut dan berharap adanya program lanjutan sehingga semangat Merdeka Belajar – Kampus Merdeka terus terlaksana dalam jangka panjang dengan melibatkan komunitas mahasiswa,” kata Rizal.

Founder Komunitas Sidina Susi Sukaesih menambahkan Merdeka Belajar menekankan peran penting orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anaknya. Orang tua merupakan bagian utama terkait perkembangan pendidikan anak-anaknya sehingga dapat bertahan pada masa disruptif yang kompetitif saat ini. “Merdeka Belajar menyasar pembentukan orang tua teladan dalam pendidikan yang layak dicontoh. Kami mendorong para orang tua untuk aktif terlibat dalam sosialisasi dan penerapan Merdeka Belajar,” ujar Susi.

Sebagai informasi, Komunitas Kami Pengajar memiliki anggota 1.293 orang yang tersebar di 6 regional meliputi Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Bali & Nusa Tenggara, Maluku & Papua. Kemudian Komunitas ASN PPPK dengan sebanyak 28.469 anggota. Untuk Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka mempunyai anggota sebanyak 24.528 orang. Untuk Komunitas Sidina, komunitas ini beranggotakan 2.075 orang.