July 23, 2024

Permintaan Properti High Rise Meningkat, Agung Podomoro Pacu Pengembang

4 min read

Marketing Director Agung Podomoro Agung Wirajaya (kiri), Assistant Vice President Marketing Agung Podomoro Yenti Lokat (tengah), dan President Director ERA Indonesia Darmadi Darmawangsa (kanan) dalam acara webinar “High Rise Building Trends in 2023”, salah satu rangkaian dari acara Festival Investasi Properti Agung Podomoro 2023 di Emporium Pluit Mall, Jakarta pada Minggu (5/3/23).

Jakarta – Sebagai pengembang properti yang memiliki pengalaman lebih dari 53 tahun, Agung Podomoro, lihai dalam mengoptimalkan setiap peluang pasar. Seperti saat ini setelah Pemerintah menetapkan pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia, Agung Podomoro mulai mendorong penjualan high rise properti. Momentum pemulihan aktivitas perkantoran, apartemen, hotel dan pusat perbelanjaan dinilai akan mengembalikan kebutuhan masyarakat untuk kembali membeli dan berinvestasi di high rise properti yang punya banyak keunggulan.

Marketing Director Agung Podomoro Agung Wirajaya menjelaskan trend properti high rise diproyeksikan akan mengalami peningkatan, seiring dengan tingginya minat pasar terhadap permintaan produk properti Agung Podomoro di segmen apartemen dan perkantoran.

“Kami bersyukur di tengah situasi yang dinamis, permintaan terhadap produk Agung Podomoro, khususnya pada hunian vertikal dan bisnis perkantoran masih cukup tinggi. Sebagai smart developer, kami terus melaju dengan menciptakan terobosan baru didukung fasilitas terintegrasi dan lengkap dengan potensi nilai investasi yang menjanjikan,” jelas Agung dalam keterangan resminya di Jakarta pada acara penutupan Festival Investasi Properti Agung Podomoro 2023 (5/3).

Disampaikan Agung, Perseroan optimis bahwa Pemerintah akan terus menjaga pertumbuhan ekonomi dengan baik ke depan. Dengan stimulus ekonomi yang positif, kebutuhan properti di Indonesia juga terus meningkat dalam 2 tahun terakhir. Sejumlah indikator ekonomi dan sektor properti menunjukkan tren yang sangat baik. Pertama, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ekonomi tumbuh 5,3% sepanjang 2022. Kedua, tahun lalu indeks permintaan properti meningkat 16,4% (YoY) dan ketiga, Lembaga Riset Internasional, McKinsey Global Institute memperkirakan, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang paling stabil di dunia, Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia pada tahun 2030 mendatang.

“Melihat situasi ini, segmen apartemen dan perkantoran masih akan menjadi investasi yang diprioritaskan untuk menunjang aktivitas dan mobilitas konsumen yang semakin tinggi ke depan. Agung Podomoro telah menyiapkan grand strategi untuk memenuhi setiap kebutuhan pasar melalui produk properti yang sudah terbukti mampu menciptakan rasa tenang, aman dan meningkatkan kualitas hidup sehingga menjadikan hidup semakin bernilai,” kata Agung.

Assistant Vice President Marketing Agung Podomoro Yenti Lokat mengatakan Agung Podomoro menyediakan high rise properti terbaik di beberapa kota besar di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hunian, komersial, hingga perkantoran masyarakat produktif. Adapun proyek tersebut diantaranya Podomoro City Deli Medan, Borneo Bay City, The Sky Apartment, dan Podomoro Golf View.

Disampaikan Yenti, peluang investasi high rise properti sangat lebar. Pertama permintaan apartemen tumbuh tinggi, harga apartemen yang menunjukkan tren pertumbuhan, ekonomi nasional yang kondusif dan kemudahan pembayaran dari developer. “Keputusan investor untuk membeli produk properti Agung Podomoro sangat tepat karena beberapa faktor diantaranya imbal hasil tinggi, lokasi super strategis, fasilitas premium terintegrasi dan rekam jejak pengembang yang solid,” tegas Yenti.

Adapun pertumbuhan apartemen mengalami rebound. Berdasarkan data Bank Indonesia, sejak 2022, indeks harga apartemen mulai tumbuh positif, mengakhiri tren pertumbuhan negatif sejak 2018. Ini ditopang dari indeks permintaan yang juga tumbuh positif sejak akhir 2021.

“Melihat hal ini, terdapat lima hal yang perlu menjadi pertimbangan kuat investor properti diantaranya kesiapan berinvestasi properti, keyakinan mengambil keputusan di waktu terbaik, kejelian memilih properti dan pengembang terbaik. Selain itu keuntungan imbal hasil optimal dan risiko terukur serta keleluasaan investasi properti karena investasi properti akan mendatangkan keuntungan sekaligus dimana ketika disewakan akan memperoleh keuntungan sewa dan harga yang akan terus naik,” jelas Yenti.

Seluruh pengembangan properti high rise Agung Podomoro didesain untuk mendukung Living in Style, konsep yang dibawa di seluruh produk properti Perseroan, yang menggambarkan kehidupan dengan gaya hidup modern, elegan, dan shopisticated. Di wilayah Jakarta, terdapat The Sky Apartment. Hunian vertikal di pusat Kota Jakarta ini menjawab kebutuhan masyarakat modern. Terletak di pusat bisnis Jakarta, The Sky Apartment cocok dengan gaya hidup masyarakat produktif yang bermobilitas tinggi.

Selain itu, Agung Podomoro juga mengembangkan kawasan Podomoro Golf View yang terletak di kawasan paling strategis di Cimanggis. Podomoro Golf View berada tepat di depan exit tol Cimanggis KM 19 Tol Jagorawi, diapit oleh 2 akses tol dari Jakarta dan Bogor sehingga aksesibilitasnya sangat mudah. Podomoro Golf View juga merupakan kawasan Transit Oriented Development (TOD) sejak tahun 2018 yang terintegrasi dengan berbagai transportasi public.

Tidak hanya fokus di pulau Jawa, Agung Podomoro juga turut mengembangkan proyek di luar wilayah Jawa. Proyek Podomoro City Deli Medan misalnya, kawasan superblok yang dibangun di lahan seluas 5,2 hektar ini menggabungkan apartemen premium terintegrasi dengan area bisnis. Podomoro City Deli Medan merupakan superblok pertama di Medan dengan konsep terintegrasi One Stop Living, Working, and Shopping.

Podomoro City Deli Medan terdiri dari 3 tower Exclusive Apartment, 2 tower Premium Apartment, 12 unit Penthouse, dan 2 tower Tribeca Condominium. Kawasan ini juga dilengkapi dengan fasilitas super mewah seperti pusat perbelanjaan terbesar dan termewah di kota Medan yaitu Delipark Mall, area hijau Rivapark, hotel bintang lima dan gedung perkantoran premium.

Selain Medan, Agung Podomoro juga mengembangkan kawasan hunian vertikal di Balikpapan yaitu Borneo Bay City. Borneo Bay City dibangun pada lokasi yang sangat strategis, dengan akses pemandangan langsung keindahan laut dan terintegrasi dengan pusat perbelanjaan The Plaza Balikpapan. Borneo City Bay mudah diakses dari fasilitas umum seperti sekolah, universitas, rumah sakit, dan dilengkapi dengan akses cepat menuju bandara Balikpapan.

Presiden Direktur Era Indonesia Darmadi Darmawangsa mengatakan ketika membeli properti high rise, sebaiknya memenuhi 3C, yaitu convenient and comfortable, connection and connectivity, dan yang terakhir yaitu crowd puller. Dengan adanya kemudahan-kemudahan dan fasilitas yang lengkap dan terintegrasi akan memberikan kenyamanan bagi konsumen, konektivitas yang bagus karena lokasi yang strategis, kemudian properti tersebut harus bisa menarik orang untuk datang, dan ketika ada traffic maka value dari properti dan investasi juga akan naik.

“Properti dalam jangka waktu yang panjang bisa naik ratusan persen. Properti itu sama seperti produk asuransi dan produk proteksi, karena properti itu proteksi terhadap inflasi,” ujarnya.

Darmadi juga menjelaskan bahwa high rise properti adalah produk yang memiliki janji return imbal yang bagus. Dikatakannya, harga properti sangatlah tergantung pada kekuatan brand yang dibangun oleh developer dan komitmen yang dijanjikan developer untuk di delivery. Karena dua hal tersebut yang membuat harga properti itu tetap terjaga.

“Properti adalah obat manjur anti inflasi, dan meningkatkan kekebalan investasi Anda terhadap resesi. Jangan tunggu untuk beli properti, tetapi beli properti dan tunggu hasilnya. Beli properti dari developer yang terpercaya, developer yang punya komitmen, developer yang memegang janjinya, yaitu produk Agung Podomoro Land,” pungkas Darmadi.