July 18, 2024

Dirut Trimegah Sekuritas: Investor Wajib Pahami Kondisi Politik dan Dampak Ekonomi

2 min read

Jakarta – Direktur Utama PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Philmon Samuel Tanuri, menyatakan 2024 merupakan tahun penting bagi 64 negara di dunia, seperti Amerika Serikat, India, Inggris, Rusia, Korea Selatan, dan termasuk Indonesia yang akan menyelenggarakan pemilihan umum (Pemilu). Sebab, hasil dari pemilu akan sangat menentukan arah negara dalam 4-5 tahun ke depan, termasuk memberikan kepastian bagi para investor di Indonesia.

“Kita akan berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden serta wakil presiden. Sebagai investor, tentunya sebelum ambil investasi, kita wajib memahami kondisi politik ke depan serta dampak ekonomi terhadap pasar modal,” kata Philmon dalam sambutannya di Trimegah Political and Economic Outlook 2024 “The Urgency to Ignite Growth”, Rabu (31/1).

Melalui Trimegah Political and Economic Outlook 2024, Philmon melanjutkan Trimegah ingin memberikan informasi sebagai bahan pertimbangan bagi para investor untuk mengambil keputusan investasi. Alasannya, saat ini masih banyak investor dalam posisi wait and see. “Trimegah berkomitmen untuk berbagi informasi dan pandangan terkini bagi nasabah. Semoga mendapatkan pencerahan untuk mengambil keputusan,” ujar Philmon.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menambahkan kondisi geopolitik dan geoekonomi global masih mengkhawatirkan. Meski demikian, perekonomian Indonesia dinilai tetap stabil. Hal tersebut dikarenakan tercapainya target realisasi investasi dan kinerja ekspor yang baik meski harga komoditas dunia tengah turun.

Pada tahun 2023, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 743 triliun atau sekitar 52,4%. Adapun realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 674 triliun atau sekitar 48,5%. “Pertumbuhan ekonomi di kuartal empat juga masih tumbuh di atas 5% dengan inflasi di bawah 3%. Angka inflasi tersebut masih lebih baik dibandingkan saat pandemi,” tegas Bahlil.

Bahlil meneruskan Presiden Joko Widodo juga memerintahkan BKPM untuk mendorong pertumbuhan investasi di luar Jawa. Kebijakan tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil. Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi di luar Jawa pada 2023 mencapai Rp 730 triliun atau setara 51,5%, sementara di Jawa sebesar Rp 688 triliun atau sekitar 48,5%.

“Market berbicara tentang kepastian. Pemimpin Indonesia butuh visi dan eksekusi yang bagus. Maka stabilitas ekonomi akan bagus, tergantung pada siapa presiden yang akan memimpin. Saya pikir kita akan bisa melihat dan berproses ke depan,” ucapnya.

Dalam acara ini turut dihadiri Calon Presiden Nomor urut 2 Prabowo Subianto, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani, Garibaldi Thohir, Maruarar Sirait, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.