November 6, 2026

Presiden Herzog Akan Tunjuk Calon Perdana Menteri Israel Hari Minggu Ini

3 min read

Tel Aviv — Presiden Israel Isaac Herzog mengumumkan akan menunjuk calon yang bakal diberi mandat untuk membentuk pemerintahan baru pada hari Minggu mendatang. Pengumuman ini disampaikan setelah rival utama, Perdana Menteri, Benyamin Netanyahu berhasil meraih dukungan mayoritas dari para anggota parlemen (Knesset). 

Meski demikian, Herzog menegaskan bahwa peta jalan untuk keluar dari kebuntuan politik pasca-pemilu masih belum sepenuhnya jelas. Pemilihan umum nasional Israel yang digelar pada 27 Oktober lalu berakhir tanpa pemenang mutlak. Baik Netanyahu maupun Gadi Eisenkot, mantan panglima militer Israel, tidak berhasil mengamankan jalur pasti menuju mayoritas di parlemen.

Kondisi tersebut memberikan tugas berat bagi Herzog. Meskipun perannya sebagian besar bersifat seremonial, presiden memegang wewenang krusial pasca-pemilu untuk memilih kandidat yang dinilai memiliki peluang terbesar dalam membentuk pemerintahan koalisi di tengah perpecahan negara yang mendalam.

Herzog melangsungkan konsultasi maraton dengan faksi-faksi politik terpilih pada hari Rabu dan Kamis. Dari total 120 kursi parlemen, sebanyak 67 anggota memberikan dukungan kepada Eisenkot, sementara 46 anggota merekomendasikan Netanyahu.

Namun, dalam pernyataan resminya di televisi usai konsultasi tersebut, Herzog menggarisbawahi bahwa situasi di lapangan jauh lebih rumit dari sekadar angka dukungan. 

“Hasil dari konsultasi ini mungkin terlihat jelas di atas kertas, tetapi ada veto bersama antarblok maupun di dalam internal blok itu sendiri,” ujar Herzog. Ia menambahkan bahwa dinamika ini menyulitkan penentuan siapa yang benar-benar memiliki peluang terbaik untuk membentuk pemerintahan.

Herzog menyatakan akan mengumumkan keputusannya pada hari Minggu, setelah menggelar “pembicaraan pribadi dengan sejumlah pemimpin partai” sepanjang akhir pekan.

Waktu Hingga 42 Hari untuk Membentuk Pemerintahan

Setelah ditunjuk secara resmi oleh presiden, kandidat terpilih akan diberikan waktu selama 28 hari untuk menyusun kabinet dan menggalang koalisi, dengan opsi perpanjangan waktu selama 14 hari jika diperlukan.

Selama proses ini berlangsung, Netanyahu akan tetap menjabat sebagai perdana menteri interim (penjabat sementara) hingga koalisi baru terbentuk atau sampai pemilu ulang digelar apabila kandidat terpilih gagal menjalankan mandatnya.

Partai Likud yang dipimpin Netanyahu meraih kursi terbanyak secara individu dengan 27 kursi dari total 120 kursi Knesset. Kendati demikian, blok koalisi keagamaan-nasionalis pendukung Netanyahu hanya mengumpulkan total 53 kursi.

Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan koalisi anti-Netanyahu pimpinan Eisenkot yang mencakup empat partai (mulai dari sayap tengah-kiri hingga sayap kanan), yang hanya memperoleh 48 kursi meski jajak pendapat sebelum pemilu memprediksi persaingan ketat. Sementara itu, dua partai yang mewakili minoritas Arab di Israel mencatatkan rekor bersejarah dengan meraih 19 kursi.

Pukulan bagi Netanyahu terjadi pada hari Kamis ketika United Torah Judaism—salah satu dari dua partai utama yang mewakili pemilih Yahudi Ultra-Ortodoks dan merupakan sekutu lama Netanyahu, memilih untuk tidak merekomendasikan kandidat mana pun kepada Herzog.

Di sisi lain, meskipun Eisenkot dan Netanyahu sama-sama menyatakan enggan membentuk pemerintahan bersama partai-partai Arab, kedua faksi Arab tersebut secara mengejutkan memberikan dukungan penuh kepada Eisenkot, sehingga mendongkrak total rekomendasinya menjadi mayoritas yang solid.

Netanyahu Dituduh Berupaya Mempertanyakan Hasil Pemilu

Berada dalam ancaman kehilangan kekuasaan, Netanyahu memanfaatkan penyelidikan otoritas pemilu terkait dugaan kecurangan suara untuk meragukan legitimasi hasil pemilu, sekaligus menuding partai-partai Arab melakukan pencurian suara. Para kritikus menuduh Netanyahu dan sekutunya berusaha mengikis kepercayaan publik terhadap hasil pemilu, sebuah tuduhan yang dibantah tegas oleh Netanyahu.

Komite Pemilihan Umum Pusat Israel pada hari Rabu menegaskan bahwa integritas pemilu tidak terganggu sama sekali. Ketua Komite Pemilu yang juga Hakim Agung, Noam Sohlberg, mengimbau para pejabat terpilih untuk menjaga kepercayaan masyarakat, bukan malah merusaknya.

“Ini adalah ancaman nyata. Salah satu pilar utama demokrasi adalah peralihan kekuasaan secara damai,” tegas Sohlberg saat bertemu Herzog di kediaman resminya pada hari Rabu. Sohlberg juga menambahkan bahwa tingkat partisipasi pemilih yang tinggi, termasuk dari kalangan minoritas Arab, merupakan pencapaian positif bagi demokrasi Israel.

Sementara itu, sekutu sayap kanan ekstrem Netanyahu, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, menyerukan penangkapan dan pemeriksaan segera terhadap para pimpinan partai Arab.

Leave a Reply