March 26, 2026

Kinerja Resilien, Cinema XXI Catat Pendapatan Rp 5,9 Triliun di 2025

2 min read

Jakarta – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI; Kode Saham: CNMA), jaringan bioskop terbesar di Indonesia, mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,9 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh 2,6% dibandingkan Rp 5,7 triliun pada tahun 2024. Laba bersih setelah pajak pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 776,2 miliar, sementara EBITDA tercatat Rp 1,8 triliun.

“Di tengah dinamika ekonomi dan industri, Cinema XXI menjaga kinerja bisnis dan senantiasa memberikan pengalaman menonton terbaik bagi para penikmat film di seluruh Indonesia. Kepercayaan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi penguat utama dalam menjaga kinerja perusahaan,” ujar Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman.

Suryo menjelaskan bahwa capaian kinerja di tahun 2025 ditopang oleh pendapatan dari penjualan tiket sebesar Rp 3,6 triliun, penjualan makanan dan minuman sebesar Rp 2 triliun, serta pendapatan lainnya sebesar Rp 298 miliar yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara. Cinema XXI juga mencatat 85 juta penonton sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan Average Ticket Price (ATP) sebesar 3,0% menjadi Rp 46.057, yang didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium, yaitu The Premiere dan IMAX®.

Cinema XXI terus memperkuat pengembangan segmen makanan dan minuman (F&B) sebagai bagian dari strategi peningkatan customer experience. Sepanjang tahun 2025, tim internal Cinema XXI berhasil mengembangkan total lebih dari 30 menu baru di XXI Café dan The Premiere Café dengan tetap memperhatikan tren dan preferensi pasar. Selain itu, kami mengimplementasikan strategi bundling tiket dan F&B di aplikasi m.tix sebagai bagian dari optimalisasi strategi penjualan, dengan tujuan untuk meningkatkan nilai transaksi per pelanggan. Di tahun 2025, rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton (spend per head) tercatat meningkat 5,9% menjadi Rp25.814, mencerminkan peningkatan daya tarik produk serta kontribusi yang semakin kuat terhadap kinerja Perseroan.

Sepanjang tahun 2025, Cinema XXI melanjutkan ekspansi dengan meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar. Ekspansi ini mencakup kehadiran perdana Cinema XXI di sejumlah wilayah baru, seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro (Lampung). Hingga 31 Desember 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.

“Ekspansi jaringan yang kami lakukan sepanjang tahun 2025 merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses hiburan berkualitas di berbagai wilayah Indonesia. Ke depan, kami akan terus mengakselerasi penambahan layar baru secara selektif, dengan tetap menjaga kualitas layanan,” katanya.

Suryo menjelaskan bahwa Perseroan memandang prospek industri hiburan, khususnya perfilman nasional, akan terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya kualitas dan keragaman konten. Di tahun 2025, terdapat lebih dari 20 film nasional maupun internasional yang masing-masing ditonton oleh lebih dari satu juta penonton. Pencapaian ini dipertegas dengan keberhasilan dua judul film nasional yang melampaui 10 juta penonton sekaligus menciptakan dua rekor baru, yakni Jumbo dan Agak Laen: Menyala Pantiku!.

“Melihat antusiasme penonton dan kualitas konten yang terus berkembang, kami optimistis industri perfilman nasional akan terus bertumbuh. Cinema XXI siap memperkuat perannya melalui ekspansi terukur dan peningkatan standar pengalaman menonton, serta mendorong kolaborasi yang solid agar industri film Indonesia semakin kompetitif dan berkelanjutan,” tutup Suryo.